DinaLathifa. Memulai sebuah hubungan, baik itu pertemanan, asmara, pekerjaan, bahkan persaudaraan, selalu dimulai dengan membuka percakapan. Terdengar mudah, tentu saja. Namun untuk sebagian orang, membuka pembicaraan dan menjaganya agar berlangsung lama bukan hal yang gampang. Apa yang harus diucapkan dan apa yang harus dikatakan saat Merdeka.com - Siapa yang tidak mau menjadi orang terkaya dunia. Menjadi seperti Warren Buffett tentu adalah impian besar setiap orang. Mengingat, miliarder digambarkan dapat membeli produk atau jasa apapun yang mereka inginkan meski bernilai mahal. Hal ini membuat setiap orang bersaing lebih keras. Sayangnya, tidak semua mendapatkan kesempatan menjadi kaya meski telah bekerja HAv8. Suasana di jalan Little India. Foto ShutterstockMengarungi Little India dari Rumah, yuk ikut SingapoReimagine Virtual Trip!SingapoReimagine Virtual Trip. Foto kumparanIlustrasi roti naan. Foto Shutterstock Sri Veeramakaliamman. Foto ShutterstockAbdul Gafoor Mosque. Foto ShutterstockThe House of Tan Teng Niah. Foto dok. Singapore Tourism BoardKari kepala ikan. Foto ShutterstockPernak-pernik India. Foto ShutterstockDancing in Unison. Foto dok. Singapore Tourism BoardFestival Deepavali. Foto Shutterstock Skip to content Media Berita Informasi dan Edukasi Terpercaya Pendidikan Ragam Tugas Pendidikan Puisi Sahabat Singkat Kumpulan Puisi Sahabat Yang Menyentuh Hati 92 Viewspuisi, sahabat, singkat Pendidikan Kata Kata Pujian Untuk Teman 45 Viewskata, pujian, teman, untuk Pendidikan Jalani Hidup Apa Adanya Cara Menikmati Hidupmu Tanpa Tekanan 42 Viewsadanya, hidup, jalani Pendidikan Puisi Pendek Guru Inspirasi Pendidikan Di Tahun 2023 34 Viewsguru, pendek, puisi Pendidikan Pantun Nasehat Untuk Anak Sekolah 56 Viewsanak, nasehat, pantun, untuk Pendidikan Contoh Pantun Kanak Kanak 4 Baris Tips Dan Cara Mudah Menciptakan Pantun Lucu 44 Viewsbaris, kanak, pantun Pendidikan Buatlah Sebuah Pantun Yang Bertema Liburan 31 Viewsbertema, buatlah, pantun, sebuah Pendidikan Pantun Pendidikan Budi Pekerti Menjadi Manusia Lebih Baik 31 Viewsbudi, pantun, pekerti, pendidikan Pendidikan Puisi Pengorbanan Yang Tak Dihargai 23 Viewspengorbanan, puisi, yang Pendidikan Berjuang Sendiri Itu Melelahkan 23 Viewsberjuang, melelahkan, sendiri Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Selain Cina, salah satu Negara di Asia yang di prediksi akan menjadi salah satu Negara super power di dunia adalah India. Negara asal pemain film shahrukh khan ini memiliki jumlah penduduk yang sejajar dengan cina. Tidak kurang dari satu miliar manusia hidup di dalam negara India, belum lagi mereka yang merantau ke seluruh penjuru dunia dipastikan jumlahnya mencapai jutaan kepala. Berbeda dengan orang Cina yang pada umumnya merantau untuk membangun kerajaan bisnis mereka sendiri, orang India lebih dikenal sebagai professional di berbagai bidang. Dalam sebuah artikel di kompas beberapa tahun lalu memberitakan bahwa 30% dokter di Amerika merupakan keturunan India termasuk para dokter spesialis. Selain di Amerika, di Inggris pun orang India begitu mendominasi di berbagai profesi termasuk akademisi. Sepupu saya yang baru saja pulang dari kuliah master di Inggris bercerita bahwa banyak professor di universitas tempat dia menuntut ilmu berasal dari negara bollywood ini. Bagaimana di Asia dan Indonesia? Pengalaman penulis selama bekerja di beberapa industry selalu menemukan orang India sebagai tenaga professional asing yang mayoritas menduduki posisi strategis. Bahkan terakhir kali penulis bekerja di kantor regional sebuah perusahaan consumer goods yang berbasis di Singapura, sekitar 70% dari pekerja disana adalah berasal dari India. Di Indonesia, jumlah pekerja asing asal negara ini pun semakin banyak. Beberapa kali saya mendapati posisi strategis seperti direktur, vice president mayoritas di “kuasai” oleh mereka. Pertanyaannya adalah “kenapa mereka bisa ya?”, “Apa sih kelebihan mereka?” Banyak orang yang mengatakan kemampuan bahasa Inggris mereka yang bagus menjadi factor utama. Ya, bisa jadi skill tersebut merupakan salah satu kelebihan mereka tetapi selain itu sebenarnya orang India juga terkenal “jago” dalam berbicara. Konon ketika mereka berbicara seakan tidak ada yang sanggup untuk “menghalau” laju pembicaraan mereka. Pengalaman saya ketika bekerja bersama dengan orang India adalah selalu seperti itu, ketika sudah mulai berbicara maka mereka adalah “pendekar” tangguh yang sulit ditaklukkan Sejak tinggal di Shanghai, saya pun kembali bertemu dengan orang India dan sebenarnya jumlah mereka semakin hari semakin banyak. Seorang teman asal Indonesia yang pernah bermukim di Inggris memberikan suatu tips ampuh bagaimana “mengalahkan” argumentasi dari orang India. Apakah itu? Ternyata eh ternyata tipsnya Cuma satu yaitu “Talk to Death!” Maksudnya gimana om? Ya itu, untuk mematahkan argumentasi orang India yang doyan banget berbicara kita juga harus terus berbicara walaupun terkadang menjadi OOT alias ga nyambung. Yang penting terus berbicara sampai lawan bicara capek dan berhenti berbicara. Konon kawan saya ini pernah berkunjung ke negara bollywood tersebut dan akan check-in tiket pesawat. Karena takut terlambat kawan ini datang jauh lebih cepat ke bandara yaitu sekitar 3 Jam sebelum jadwal keberangkatan. Ketika tiba di depan counter check-in, tanpa alasan yang jelas sang petugas tiba-tiba mematikan komputernya dan berkata “Sorry Sir, I already turned off my computer, you can’t check in”. Kawan saya tersebut sangat terkejut menemukan hal ini segera saja dia menjawab “Then you just switch it on again!”. Sang petugas tanpa alasan jelas terus saja ngeyel tetapi kawan satu ini juga tetap ngeyel sampai akhirnya sang petugas pun lelah dan menerima check-in kembali. [caption id="attachment_215657" align="alignleft" width="300" caption="Lakshmi Mittal salah satu miliuner asal India, sumber wikipedia"][/caption] Penulis sendiri pernah merasakan pengalaman yang sama ketika bernegosiasi harga dengan supplier asal India. Mereka dengan gaya bicara lihai mengarahkan pembicaraan “ngalor ngidul” dengan tujuan satu mengharapkan harga dapat naik tetapi saya pun dengan “muka badak” terus berbicara “bla…bla…bla” sampai akhirnya mereka pun menyerah dengan berkata “ok..ok we go with your rate..” Begitulah tips untuk bisa mematahkan argumentasi orang India ketika sedang negosiasi atau diskusi yang terpenting adalah kita percaya diri karena tanpa percaya diri kita pasti kalah dalam berargumentasi dengan mereka Semoga bermanfaat Salam -2 derajat dari Shanghai! Lihat Catatan Selengkapnya Gue suka banget chatting sama orang-orang asing. Apalagi kalau mereka asalnya dari luar negeri. Selain ngelatih bahasa inggris, bisa juga jd sarana untuk membuka wawasan. Gue jadi tau kalo dunia itu isinya macem-macem. Dan kebanyakan adalah hal-hal yang nggak pernah kita pikirkan sebelumnya. Sejak SMA gue udah suka chatting-chatting random. Waktu SMA dulu gue pake Hanashi messenger. Aplikasi khusus buat yang make hp Sony Ericsson. Kita bisa ngobrol langsung sama orang-orang di seluruh dunia yang kebetulan lagi buka hanashi juga. 80% orang yang gue temui saat itu adalah orang India. Gue heran kenapa bisa ketemu orang India sesering itu. Padahal gue udah nyoba untuk chatting di berbagai waktu, pagi, siang, sore, malam, dini hari. Entah karena emang banyak orang India yang doyan chatting atau karena emang nasib gue aja yang gitu. Gue ketemu sama banyak tipe orang, mulai dari yang asik sampe yang ngeselin. Ketika ketemu sama orang yang asik, gue sering lupa waktu dan tau-tau jempol gue udah kapalan dan agak keseleo aja. Maklum, jaman segitu hp gue masih bertombol 12 biji untuk ngetik. Sebagai anak SMA yang lugu gue selalu shock kalau ada yang ngajakin sexting atau minta-minta foto telanjang gue. Lo pikir gue cewek apaan -_- Gara-gara sering digituin orang, gue jadi males sendiri buat chatting random. Baru beberapa minggu belakangan akhirnya gue iseng lagi main-main random chat pake aplikasi ChatNOW. Gue udah siap mental kalo bakalan ketemu orang india. Dan benar saja… untung dia ga rese dan lumayan asik. Dalam semalam gue berhasil temenan sama 4 orang India yang semuanya minta lanjut wasapan. Besok paginya gue iseng lagi. Kali aja nemu temen dari negeri lain. Akhirnya ketemu. Doski dari Pakistan. Karakter dia nampol banget di gue. Sampe 4 orang India itu jadi gue cuekin. Hahahaha Mungkin karena dia berkeyakinan sama kayak gue, jadi dia lebih ngerti sama prinsip hidup gue dan nggak bakal ngajakin sexting ga jelas. Gue nggak perlu repot-repot ngejelasin ke dia kenapa nggak mau sexting. Lagian dia juga ga pernah ngajak. Hahaha. Seperti layaknya orang-orang LDR, gue harus rela begadang kalo mau ngobrol sama dia. Dia juga harus rela bangun pagi-pagi kalo pengen nggak gue tinggal tidur pas malam. Kkkk. Yeah, we sacrifice our time to sleep. Gue ngerasa kayaknya kenalan sama bule lebih gampang daripada kenalan sama orang lokal. Mungkin karena gue ngerasa lebih diterima aja kali ya… kita sering bercandaan mulai dari yang garing sampai yang gombal abis. Kita juga lumayan sering curhat-curhatan. Makin ke sini kayaknya gue jadi agak kebablasan nih… gue jadi sering kangen sama mas yang satu ini. Ketika dia ngechat gue jadi berasa berbunga-bunga. Kyaaaa~ mampus lo! Padahal kita sama-sama tau kalo untuk bersatu itu susah dan kemungkinannya tipis karena kita masih sama-sama sibuk membangun pondasi masa depan kita. Jadi ya kita cuma berani temenan aja. Yang konyolnya nih, papi gue nuduh dia anak ISIS, trus mami gue sampe takut gue bakal dibawa dia ke negaranya. Absurd abis… Saran gue buat kalian yang sering chatting-chatting dengan bule, berhati-hatilah. Karena nggak semua bule itu keren, mereka sama aja kayak kita. Ada yang brengsek, ada juga yang asik. Lalu, kalau sampai keterusan menaruh hati ke dia, pikirkan juga konsekuensinya kayak gimana. Yakin kuat LDR-an? Yakin nggak dibohongin? Yakin kamu cuma satu-satunya?? Hahaha. Gara-gara mas ini, gue jadi suka baca-baca pengalaman orang-orang yang punya pasangan bule dan udah menikah. Kayaknya emang asik dan penuh tantangan, tapi tetep aja perlu pengorbanan besar untuk bisa bersatu sampai ke pernikahan. Bahkan kalian juga bakal kehilangan sebagian hak sebagai warga Negara Indonesia ketika menikah sama bule. Yeah gitu deh… konsekuensinya lumayan berat. Tapi kalau udah sama-sama cinta mah gampang… hahaha Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Kalian suka belajar bahasa asing? Mungkin akan terbayang dimana kita berada dalam sebuah kelas belajar bahasa asing, dengan pengajar native serta dilengkapi dengan modul dan buku-buku pendukung kelas bahasa. Namun perlu diingat, belajar bahasa asing tidak harus di dalam kelas dan bisa dilakukan dengan kursus atau secara otodidak. Bahkan kini kita bisa belajar bahasa apapun hanya dengan menggunakan ponsel saja, gratis, dan langsung dari penutur Talk adalah pionir aplikasi obrolan yang fokus pada orang-orang yang ingin merasakan pengalaman chatting sambil belajar langsung dengan orang yang berbahasa asing. Berbeda dengan aplikasi chatting lainnya, Hello Talk hadir dengan fitur unggulannya seperti konversi suara ke teks ataupun sebaliknya, dan juga bisa langsung diterjemahkan ke dalam bahasa yang kita inginkan. Hello Talk juga akan merevisi kesalahan gramatikal dalam kalimat yang kita ketikkan. Hal ini tentu memudahkan kita dalam percakapan bahasa apapun yang tidak pernah kita pelajari sebelumnya. Percakapan pun tidak hanya bisa dilakukan secara personal tapi juga bisa dalam sebuah kita membuat akun Hello Talk kita akan diarahkan untuk mengisi nama, usia, asal negara, bahasa ibu mother tongue, bahasa yang dikuasai, dan bahasa yang ingin dipelajari bisa lebih dari satu bahasa. Kita juga harus mengisi berapa kira-kira tingkat pemahaman dalam bahasa ibu dan bahasa yang ingin dipelajari karena mungkin sudah mempelajarinya. Sumber Setelah itu mulailah mencari rekan obrolan yang kalian inginkan. Hello Talk akan mengarahkan orang-orang dengan latar belakang bahasa dan negara yang berbeda-beda kepada kita yang sama-sama ingin belajar bahasa asing. Ada pengalaman menarik ketika saya menggunakan aplikasi ini. Saya mencari rekan chatting yang bebahasa spanyol. Kemudian saya mengajak seorang gadis cantik berkebangsaan Kosta Rika yang ingin belajar Bahasa Inggris dengan saya. Ternyata beliau adalah pelajar yang masih duduk di SMA dan justru meminta saya untuk membantu mengerjakan PR Bahasa tambahan, ada Sedikit tips dalam menggunakan aplikasi Hello TalkCari teman chatting yang sebayaMengapa harus demikian? Tentu akan canggung rasanya chatting dengan orang yang berbeda jauh usianya. Selain itu topik pembicaraan terkadang tidak nyambung dan akan membuat suasana percakapan dan belajar bahasa asing menjadi tidak menyenangkan. Bagi kalian para jomblo, siapa tau bisa dapat jodoh orang bule karena keasyikan chatting dengan dalih belajar bahasa. Hehehe. Sumber Sebaiknya jangan gunakan fitur terjemahan otomatis Fitur terjemahan di Hello Talk memang sangat membantu kita dalam memulai dan memperlancar percakapan virtual dengan rekan Hallo Talk lainnya. Tapi sebaiknya kita harus berani menggunakan bahasa asing tanpa bantuan terjemahan. Jangan takut, sang penutur asing pasti akan membantu memperbaiki kesalahan dalam tulisan ataupun pelafalan kita jika salah. Begitu juga sebaliknya, kita juga dapat membantu para bule di luar sana dalam belajar Bahasa secara konsisten kita belajar bahasa asing, kita akan menguasai bahasa itu secara perlahan mulai dari kosakata hingga gramatikalnya. Jangan malu untuk chatting sambil belajar di aplikasi ini, karena semua orang memiliki semangat yang sama, yaitu ingin belajar bahasa asing dengan praktis, mudah, dan menyenangkan sambil menambah teman baru. Selamat mencoba! Lihat Inovasi Selengkapnya

pengalaman chatting dengan orang india