YONASMALIBELLA ketua panitia pembangunan gedung gereja Baru jemaat ekklesia klasaman bersama semua anggota panitia mengucapkan syukur dan terimah kasih lewat pertolongan Tangan Tuhan dan juga atas bantuan semua Donatur dari jemaat maupun pemerintah daerah gedung Gereja yang megah ini sudah bisa terselesai , dan hari ini juga diresmikan sejalan dengan injil masuk ketanah moi sudah 89 tahun. Kitatentu rindu dengan pembangunan dan pengembangan gereja, kemuliaan TUHAN sungguh-sungguh kita rasakan. Kita membangun dan mengembangkan gereja tentu untuk kemuliaan TUHAN. Bukan untuk kemuliaan Majelis Jemaat, para penatua, Panitia Pembangunan, atau warga GKI Samanhudi. Tapi kita rindu, semua ini untuk kemuliaan TUHAN! SelanjutnyaKetua Panitia Pembangunan Gereja, Heronimus menjelaskan bahwa dana awal pembangunan adalah iuran umat Rp 500 Ribu per KK dan dari dana pembangunan dan kemudian bantuan dana dari KhotbahHUT 71 tahun GMIH Saudara-saudara Jemaat yang dikasihi Tuhan.. Hari ini, kita selaku persekutuan orang-orang percaya di lingkungan pelayanan Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH), merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) gereja kita GMIH yang ke-71 tahun. Sebuah perjalanan panjang telah kita lewati bersama dalam suka dan duka. Adayang mengatakan rajin beribadah atau memperbanyak ibadah namun ada yang mengatakan rajin dan setia memberikan persembahan, berupaya membangun gedung gereja yang megah, dan sebagainya. Amos 7:7-17 berisi penglihatan Amos tentang kehidupan Israel berikut akibatnya. A4Fb8. "Project creator ini belum melakukan verifikasi atau masih sedang dalam proses verifikasi. Silakan donasi jika Anda kenal dengan project creator." Rp. 0 Rp. Target Share ke - Setiap tindakan 'Share' sangatlah berarti! Mari bersama-sama membangun harapan. Kami sangat membutuhkan uluran tangan orang-orang yang berhati baik terhadap sesama umat ciptaan Tuhan dalam hal melanjutkan pembangunan Rumah Tuhan di tempat ini. Disclaimer Informasi yang tertulis di halaman ini adalah milik project creator dan tidak mewakili GOBlessing - Informasi belum tersedia - Jika Anda mengenal pemilik project ini dan mengetahui kebenaran dari project ini, Anda dapat memberikan dukungan untuk membantu pemilik project meningkatkan kepercayaan sehingga dapat dengan segera mencapai target projectnya. Silahkan klik tombol dibawah ini untuk mengisi kolom pendukung. Masuk Penerima Donasi 0 Giver Urutkan Berdasarkan pemberian terakhir diberikan oleh donatur Berdasarkan pemberian terbesar yang diberikan oleh donatur Belum ada yang pertama! Terverifikasi Project ini telah melewati proses verifikasi GOBlessing. Kunjungan Lokasi Project Creator telah mengunjungi lokasi dan memiliki orang yang dapat dihubungi di lokasi tersebut. Kunjungan Staff Team GOBlessing telah mengunjungi lokasi project ini. Terhubung Penggalangan dana ini terhubung dengan yayasan XXXXXX ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูฐู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู…ู Ringkasan Khotbah Jumat Sayyidina Amirul Muโ€™minin Hadhrat Mirza Masroor Ahmad Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Taโ€™ala binashrihil aziiz Tanggal 1 Nubuwwah 1392 HS/November 2013 Di Masjid Auckland, Selandia Baru ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุง ุฅูู„ูฐู‡ูŽ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุง ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽ ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏู ูุฃุนูˆุฐ ุจูุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌููŠู’ู…ู ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูฐู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู…ู ูก ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูฐู‡ู ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ ูข ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูฐู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู…ู ูฃ ู…ูŽุงู„ููƒู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ู ูค ุฅููŠู‘ูŽุงูƒูŽ ู†ูŽุนู’ุจูุฏู ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูŽ ู†ูŽุณู’ุชูŽุนููŠู’ู†ู ูฅ ุงูู‡ู’ุฏูู†ูŽุง ุงู„ุตูู‘ุฑูŽุงุทูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽู‚ููŠู’ู…ูŽ ูฆ ุตูุฑูŽุงุทูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุฃูŽู†ู’ุนูŽู…ู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุถููˆู’ุจู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ุง ุงู„ุถู‘ูŽุงู„ูู‘ูŠู’ู†ูŽ ูง ูููŠ ุจููŠููˆุชู ุฃูŽุฐูู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽู†ู’ ุชูุฑู’ููŽุนูŽ ูˆูŽูŠูุฐู’ูƒูŽุฑูŽ ูููŠู‡ูŽุง ุงุณู’ู…ูู‡ู ูŠูุณูŽุจู‘ูุญู ู„ูŽู‡ู ูููŠู‡ูŽุง ุจูุงู„ู’ุบูุฏููˆู‘ู ูˆูŽุงู„ุขุตูŽุงู„ู * ุฑูุฌูŽุงู„ูŒ ู„ุง ุชูู„ู’ู‡ููŠู‡ูู…ู’ ุชูุฌูŽุงุฑูŽุฉูŒ ูˆูŽู„ุง ุจูŽูŠู’ุนูŒ ุนูŽู†ู’ ุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฅูู‚ูŽุงู…ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงุฉู ูˆูŽุฅููŠุชูŽุงุกู ุงู„ุฒู‘ูŽูƒูŽุงุฉู ูŠูŽุฎูŽุงูููˆู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ุชูŽุชูŽู‚ูŽู„ู‘ูŽุจู ูููŠู‡ู ุงู„ู’ู‚ูู„ููˆุจู ูˆูŽุงู„ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑู * ู„ููŠูŽุฌู’ุฒููŠูŽู‡ูู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽุญู’ุณูŽู†ูŽ ู…ูŽุง ุนูŽู…ูู„ููˆุง ูˆูŽูŠูŽุฒููŠุฏูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ููŽุถู’ู„ูู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ูŠูŽุฑู’ุฒูู‚ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุดูŽุงุกู ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุญูุณูŽุงุจู ุงู„ู†ูˆุฑ 37-39 โ€œCahaya ini sekarang menyala di rumah-rumah yang mengenainya Allah telah menetapkan, bahwa mereka ditinggikan dan nama-Nya diingat di dalamnya. Mereka memuliakan Dia di dalamnya di pagi hari dan sore hari; orang-orang lelaki yang perdagangan maupun jual beli tidak melalaikan mereka dari mengingat Allah dan mendirikan shalat dan membayar zakat. Supaya Allah akan memberi mereka ganjaran terbaik atas amalan mereka, dan menambahkannya kepada mereka dari karunia-Nya. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.โ€™ QS An-Nur, ayat 37-39. Hari ini Tuhan telah memberi taufik kepada Jemaat Selandia Baru untuk membangun masjid mereka. Semoga Tuhan memberkati masjid ini untuk Jemaat dalam segala hal! Selandia Baru adalah Jemaat kecil dengan hanya empat ratus anggota, namun mereka telah membuat sebuah masjid yang sangat baik dengan kapasitas lebih besar dari jumlah mereka. Semoga Allah membuat mereka melebihi kapasitasnya! Anggota Jemaat yang telah bekerja siang dan malam dengan sangat antusias untuk menyelesaikan masjid. Seperti kebiasaan dalam Jemaat, mereka melakukan sendiri banyak pekerjaan [di gedung] melalui Waqari Amal dan menghemat biaya. Total biaya pembangunan masjid dan beberapa renovasi adalah 3,5 juta dolar NZ[1]. Karena Jemaat kecil, uangnya tidak bisa segera dikumpulkan, karena itu mengambil pinjaman. Namun, saya Hadhrat Khalifatul Masih V berharap bahwa anggota Jemaat akan segera melunasi pinjaman. Tahun ini Jemaat Selandia Baru mencapai 25 tahun, oleh karena itu, terlepas dari jumlah mereka yang kecil, para anggota sangat ingin mengirimkan hadiah masjid kepada Allah dalam bentuk rumah-Nya. Perlu diingat bahwa semangat yang mendasari pemberian hadiah ini, hendaknya tidak tetap menjadi hadiah berdasarkan pinjaman. Upaya harus dilakukan untuk melunasi pinjaman secepat mungkin sehingga pengorbanannya murni. Pinjaman ini diambil oleh Jemaat dengan prasangka baik kepada anggota, bahwa mereka akan berkorban untuk pembangunan guna meraih keridhaan Allah. Hadhrat Muhammad Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda ู…ูŽู†ู’ ุจูŽู†ูŽู‰ ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู‹ุง ู„ู„ู‡ู ุจูŽู†ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ู„ูŽู‡ู ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ู…ูุซู’ู„ูŽู‡ู. Man bana masjidan liLlaahi banaLlahu lahu fil jannati mitslahu bahwa seseorang yang membangun masjid karena Allah; Allah akan membuat rumah untuknya di surga. Adakah orang yang tidak menginginkan sebuah rumah di surga? Tidak ada seorang Ahmadi pun bahkan bisa memikirkan tidak meraih kenikmatan Allah dan tidak ingin mendapat berkat memiliki rumah yang dibangun di surga. Ini adalah keindahan Jemaat bahwa dimanapun di dunia, Jemaat memberikan pengorbanan harta tanpa perhitungan. Hakekat pengorbanan harta yang Hadhrat Masih Mauโ€™ud as mulai pada para sahabat beliau untuk menyampaikan pesan-pesan Islam ke seluruh dunia dan yang mengenainya beliau bersabda, bahwa beliau kagum melihat ketulusan tak terbatas dan kecintaan sahabat-sahabat beliau, hari ini, setelah lewat seratus tahun, hal itu masih ada pada para anggota Jemaat. Terlepas di negara manapun para Ahmadi berada, mereka mengungguli satu sama lain dalam kesetiaan dan ketulusan. Jemaat New Zealand terdiri atas 60 % orang-orang dari Fiji, imigran Pakistan 23 % dan sisanya dari beragam etnis. Jadi Jemaat kecil ini yang terdiri dari berbagai macam orang-orang unggul dalam ketulusan. Perlu diingat bahwa ketulusan secara lahiriah, pengorbanan sementara โ€” baik itu waktu atau kekayaan โ€” tidak cukup bagi seorang mukmin sejati. Bahkan, martabat seorang mukmin sejati adalah dalam menjalankan ketakwaan dengan penuh tekad dan keteguhan sambil memperhatikan tujuan penciptaannya. Dalam hal ini Hadhrat Masih Mauโ€™ud as menjelaskan โ€œKarena kurangnya pemahaman dan adanya sifat takut-takut, orang-orang dari berbagai karakter menetapkan tujuan yang berbeda bagi kehidupan mereka dan membatasinya pada tujuan dan keinginan-keinginan duniawi. Namun, tujuan yang Allah Taโ€™ala nyatakan dalam Kitab suci-Nya ูˆู…ุง ุฎู„ู‚ุช ุงู„ุฌู† ูˆุงู„ุฅู†ุณ ุฅู„ุง ู„ูŠุนุจุฏูˆู† โ€œTidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku.โ€ . Berdasarkan ayat ini, tujuan sesungguhnya kehidupan manusia adalah menyembah Allah, memperoleh makrifat mengenainya-Nya dan menjadi kepunyaan-Nya.โ€[2] Perlu diingat, bahwa setelah masuk dalam Jemaat Hadhrat Masih Mauโ€™ud as, bukanlah tujuan kita untuk memberikan pengorbanan berdasarkan semangat sementara. Sebaliknya, kita harus menyembah Allah dengan keteguhan, dan ini hanya mungkin ketika seseorang memiliki kesadaran bahwa Allah adalah Pemilik semua kekuatan dan Mengawasi segala sesuatu yang dia lakukan, Memiliki pengetahuan tentang apa yang ada di dalam hatinya dan juga Memiliki pengetahuan tentang apa yang ingin dia lakukan di masa depan. Barulah dapat kita katakan bahwa dia berusaha untuk menjadi milik Tuhan. Kita seharusnya tidak menyembah Tuhan hanya ketika kita membutuhkan pertolongan-Nya, ketika kita berada dalam kesulitan, ketika kebutuhan duniawi kita tidak terpenuhi. Bahkan kita juga harus memperhatikan ibadah kepada Allah di masa yang baik. Perdagangan dan perniagaan duniawi hendaknya tidak membuat kita menjauh dari ibadah kepada Allah. Masjid ini tidak boleh terbatas menjadi sebuah bangunan belaka. Kebesaran dan keindahannya hendaknya tidak hanya mengingatkan kita tentang Waqari Amal yang kita lakukan untuk itu dan berapa banyak kontribusi yang kita lakukan untuk itu. Bahkan gedung ini seharusnya mengingatkan kita bahwa membangun masjid di dunia ini akan menjadikan kita penerima berkat sebuah rumah di surga dari Allah. Dan ini akan terjadi ketika, setelah membuat masjid kita juga memenuhi hak-hak mesjid. Ini akan terjadi ketika, seperti dinyatakan dalam ayat yang dibacakan di awal, mukmin sejati adalah mereka yang ุฑูุฌูŽุงู„ูŒ ู„ุง ุชูู„ู’ู‡ููŠู‡ูู…ู’ ุชูุฌูŽุงุฑูŽุฉูŒ ูˆูŽู„ุง ุจูŽูŠู’ุนูŒ ุนูŽู†ู’ ุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ู‡ู โ€” โ€œโ€ฆyang tidak melalaikan mereka perdagangan atau jual beliโ€ฆโ€ Memang, mereka tidak lalai dari mengingat Allah, shalat dan zakat. Kita para Ahmadi harus bercita-cita untuk menjadi mukmin semacam ini. Sebuah pusat tempat shalat ada di sini sebelumnya, tetapi ada perbedaan yang jelas antara sebuah pusat tempat shalat dan masjid. Selain dari fitur arsitektur masjid, menara dan kubah, masjid memiliki hawa kesucian. Dalam kunjungan saya tahun 2006 ke Selandia Baru, Saya telah meminta Jemaat untuk membangun sebuah masjid yang patut, dengan tujuan bahwa menara dan kubah akan mengingatkan mereka bahwa mereka telah membangun sebuah masjid dengan mengorbankan waktu dan kekayaan mereka, dan juga perlu untuk memenuhi haknya hak masjid. Selain itu, menara dan kubah juga menjadi daya tarik bagi masyarakat lokal dan dapat menjadi sarana Tabligh. Orang-orang tertarik untuk mengetahui gambaran Islam yang sebenarnya atau sekedar ingin tahu. Saya telah mengamati sejauh ini, bahwa dengan karunia Allah gambaran Jemaat meningkat berlipat ganda dengan adanya bangunan masjid dan karena ini peningkatan gambaran penunaian tanggungjawab terhadap masjid dapat terpenuhi. Apa itu hak-hak masjid? Pertama bahwa perdagangan dan perniagaan seseorang hendaknya tidak menjauhkannya dari mengingat Allah, pada kenyataannya bangunan masjid harus menarik seseorang untuk shalat dan mengingat Allah. Ketika panggilan Hayya alash shalaahโ€™ marilah kita shalat selama adzan diserukan, dia harus melupakan perdagangan serta perniagaannya dan pergi ke masjid. Dapat dikatakan bahwa hari ini jarak masjid sangat jauh dan suara adzan juga tidak terdengar karena tidak disiarkan keluar. Oleh karena itu, harus disadari bahwa kita telah membangun masjid ini untuk memenuhi hak ibadah kepada Allah dan untuk mengetahui alasan penciptaan kita. Juga, telah disebutkan sebelumnya bahwa hari ini semua orang membawa telepon seluler. Ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan menyetel alarm untuk waktu shalat. Mereka yang tinggal dekat dengan mesjid harus datang ke masjid dan mereka yang jaraknya jauh harus mengerjakan shalat di tempat kerja. Orang-orang di sekitar mereka akan melihat ini dan akan tertarik. Hal ini bisa mendorong pada mengundang teman-teman ke masjid dan dengan demikian dia akan mengingat Allah serta mulai menyampaikan pesan Islam kepada orang lain. Hadhrat Rasulullah saw telah menimbulkan perubahan revolusioner di antara para sahabat beliau, dan ayat-ayat yang dibacakan di awal menggambarkan teladan mereka. Mereka sibuk dalam perdagangan bernilai jutaan namun hati mereka penuh dengan mengingat Allah dan mereka selalu tertarik kepada pengorbanan harta. Dan untuk perubahan revolusioner inilah di zaman ini, Tuhan mengutus pecinta sejati Hadhrat Rasulullah saw, Hadhrat Masih Mauโ€™ud as, untuk memperkuat hubungan dengan Tuhan, untuk menjaga shalat dan membuat pengorbanan harta. Saya sering menyebutkan bahwa sikap Jemaat dalam pengorbanan harta sangat tinggi, namun ada kebutuhan besar untuk memperhatikan shalat. Masjid harus diramaikan, karena menegakkan shalat yang sejati adalah ketika dikerjakan berjamaah di masjid, dan masjid dibangun untuk tujuan ini. Allah menyatakan, bahwa orang mukmin lebih peduli tentang akhirat daripada dunia ini. Ketika seseorang mencapai usia tua ia khawatir dan menangis kepada Tuhan berdoa untuk akhir hidup yang baik husnul-khatimah. Tetapi Allah menyatakan bahwa seorang mukmin sejati tidak sampai ke tahap tersebut tahap menangis dan berdoa untuk akhir hidup yang baik di usia tuanya, melainkan ia tertarik pada Tuhan, pada ibadah kepada-Nya, menyucikan dirinya yaitu sejak usia muda dan selama masa kemudahan dan kemakmurannya. Seorang mukmin sejati mengingat Allah siang dan malam dengan ketakutan terhadap akhirat selalu hadir dalam pikirannya. Demikianlah kondisi para sahabat Rasulullah saw, dan Hadhrat Masih Mauโ€™ud as datang untuk menanamkan kondisi ini dalam diri kita. Beliau bersabda โ€œHati hamba selalu sedih bahwa semoga Allah Taโ€™ala juga melimpahkan berkat para sahabat pada Jemaat kita. semoga mereka juga menanamkan kebenaran dan kejujuran, ketulusan dan ketaatan dalam diri mereka seperti yang dimiliki para sahabat. Semoga mereka tidak takut pada siapa pun selain Allah. Semoga mereka bertakwa karena kecintaan Allah beserta dengan orang yang bertakwa ุฃู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ ู…ุน ุงู„ู…ุชู‚ูŠู† annallaaha maโ€™al muttaqiin.โ€™ Jika kita menginginkan berkat Tuhan dan juga ingin menjadikan rumah kita termasuk di rumah-rumah yang ditinggikan dengan perintah izin Allah, maka kita perlu mengisi rumah kita dengan mengingat Allah dan menjaga rasa takut kepada-Nya selalu hadir dalam hati kita. Kekhawatiran tentang dunia, kekhawatiran tentang perdagangan seseorang seharusnya tidak ada artinya dibandingkan dengan rasa takut kepada Tuhan. Hadhrat Masih Mauโ€™ud as berulang kali meminta Jemaat untuk menanamkan ketakwaan dan mendahulukan Tuhan. Dalam menerangkan kata-kata Hadhrat Masih Mauโ€™ud as, saya katakan; โ€œBahkan jika seseorang memperoleh keuntungan sementara karena mengejar keduniawian dia masih merasa rentan. Tetapi jika seseorang menjadi kepunyaan Tuhan, dia mendapatkan-Nya serta mendapatkan dunia. Seperti disebutkan sebelumnya, para sahabat Rasulullah saw biasa sibuk dalam perdagangan bernilai jutaan namun mereka tidak pernah lupa mengingat Allah dan tidak pernah lupa rasa takut kepada Tuhan.โ€ Di zaman ini kita mengatakan bahwa setelah melakukan baiat kepada Hadhrat Masih Mauโ€™ud as kita telah membawa perubahan suci dalam diri kita. Namun, perubahan ini hanya akan bermanfaat ketika itu adalah perubahan yang nyata dan bukan sekedar pengakuan lisan. Seseorang dihargai oleh Allah dengan rezeki duniawi maupun ruhani, ketika dia membawa perubahan sejati dan murni di mana shalat dikerjakan untuk keridhaan Allah dan perbuatan baik lainnya juga dilakukan. Allah tidak melarang seseorang melakukan perdagangan dan jual-beli, yang Dia katakan adalah bahwa perdagangan dan perniagaan ini hendaknya tidak membuat seseorang jauh dari mengingat-Nya. Hadhrat Masih Mauโ€™ud as telah bersabda bahwa jika kita gagal untuk mengerjakan shalat apa perbedaan antara kita dan orang lain, dan apa manfaat melakukan baiat? Jika kita menganggap diri kita bagian dari Jemaat maka kita harus menjadikan jelas bahwa kita akan menyesuaikan setiap kata dan perbuatan kita sesuai dengan ridha Allah. Kita akan memiliki rasa takut kepada Tuhan di dalam hati kita dan pandangan kita akan lebih tertuju pada akhirat daripada dunia ini. Menguraikan poin ini, Hadhrat Masih Mauโ€™ud as bersabda โ€œIngatlah, hamba Allah Taโ€™ala yang sempurna adalah mereka yang mengenainya dinyatakan โ€œโ€ฆyang perdagangan atau jual beli tidak melalaikan mereka dari mengingat Allahโ€ฆโ€. Ketika hati benar-benar terhubung kepada Allah dan menanamkan cinta menggebu kepadanya-Nya maka tidak bisa terpisah dari-Nya. Kondisi ini dapat dipahami dari contoh anak seseorang yang sakit. Tidak peduli di mana orang itu orang tua anak itu, dan tidak peduli dia sedang sibuk apa, hati dan pikirannya akan menyertai anaknya. Demikian pula, mereka yang menanamkan hubungan kecintaan sejati dengan Tuhan Yang Maha Esa tidak bisa melupakan Allah Taโ€™ala dalam keadaan apapun.โ€ Hadhrat Masih Mauโ€™ud as juga bersabda โ€œ..Keduniawian dan iman tidak dapat hidup berdampingan.โ€ Namun, beliau juga bersabda โ€œKami tidak mengatakan bahwa petani harus meninggalkan pertanian atau pedagang meninggalkan perdagangan atau pegawai meninggalkan pekerjaannya atau bisnisman meninggalkan bisnisnya dan duduk menganggur. Sebaliknya, kami mengatakan hendaknya [menjadi orang] โ€œโ€ฆyang perdagangan atau jual beli tidak melalaikan mereka dari mengingat Allahโ€ฆโ€ Sementara mereka terlibat dalam tugas-tugas mereka tetapi hati mereka mengingat Allah. Seorang pedagang dalam perdagangan, seorang petani di bidang pertanian, seorang raja di pemerintahannya, singkatnya apapun tugas yang harus dia lakukan, dia terus menjadikan Allah sebagai tujuan; dan melakukan apa yang dia inginkan sambil menjaga kebesaran-Nya dan kekuasaan-Nya serta mematuhi apa yang telah diperintahkan dan apa yang telah dilarang dalam perintah-perintah-Nya.โ€ makna โ€œDan melakukan apa yang dia inginkanโ€ berarti bahwa ketika seseorang mematuhi semua ini, dia tidak akan memiliki cara lain kecuali mengikuti Allah. Hadhrat Masih Mauโ€™ud as lebih lanjut mengatakan โ€œTakutlah kepada Allah dan kemudian kerjakan semuanya. Kapan Islam memberikan ajaran bahwa seseorang harus meninggalkan perdagangan dan duduk-duduk seperti orang lumpuh, dan bukannya melayani orang lain, justru menjadi beban bagi mereka. Tidak sama sekali! Bahkan menjadi malas adalah dosa. Bagaimana bisa orang seperti itu melayani Allah dan agama-Nya serta mencukupi kebutuhan keluarganya yang telah dipercayakan kepadanya oleh-Nya? Ini harus selalu diingat, bahwa bukanlah kehendak Allah bahwa dunia harus benar-benar ditinggalkan, melainkan kehendak-Nya adalah ู‚ุฏ ุฃูู„ุญ ู…ู† ุฒูƒุงู‡ุง โ€œSesungguhnya telah berhasillah barangsiapa yang memperbanyaknyaโ€ Orang yang berhasil hanyalah mereka menjaga diri mereka sendiri supaya tetap suci. Sucikanlah diri sedemikian rupa sehingga masalah-masalah [duniawi] ini tidak membuat kalian lalai dan kemudian dunia kalian akan menjadi tunduk pada agama. Manusia tidak diciptakan untuk dunia. Jika hati murni dan seseorang selalu penuh ghairat serta semangat untuk membuat Allah ridha maka dunia juga menjadi halal bagi orang itu. Perbuatan dinilai dari niatnya.โ€ Ini adalah kondisi yang setiap Ahmadi harus tanamkan. Saat kita telah berjanji untuk mendahulukan agama diatas hal-hal duniawi, itu menandakan bahwa hal-hal duniawi akan tunduk kepada agama. Beruntunglah orang di antara kita yang memiliki pandangan ini dan menjalani hidup mereka dengan itu. Melakukan baiat dan membangun masjid akan menjadi sia-sia tanpa itu, dan berlangsungnya Jalsah New Zealand ini juga akan sia-sia karena ini bukanlah pertemuan duniawi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pengetahuan agama dan kebaikan rohaniah. Perubahan murni lebih dari sebelumnya harus ditanamkan dengan pembangunan mesjid baru. Ini juga insya Allah akan membuka jalan tabligh, jadi amalan kita harus dibentuk sesuai itu. Saya menarik perhatian Jemaat Selandia Baru dan organisasi Badan-Badan untuk tidak hanya mengandalkan cara-cara tabligh tradisional tetapi menemukan cara dan sarana baru untuk dipraktekkan dan memperkenalkan Islam sebanyak mungkin. Beliau bersabda bahwa liputan Maori TV pada acara mengenai terjemahan Al-Quran dalam bahasa Maori adalah sumber pengenalan Jemaat, dan peresmian masjid akan lebih meningkatkan pengenalan ini. Allah telah menyediakan pengaturan ini dan itu harus dibantu untuk penyebaran Islam demi meraih keridhaan Allah. Sementara memenuhi hak ibadah kepada Allah, juga menunjukkan akhlak yang tinggi, cinta, kasih sayang dan kerja sama sehingga benar-benar memperkenalkan Islam kepada orang-orang daerah setempat dan membantu menghilangkan kesalahpahaman tentang Islam. Jika tekad kuat, bahkan Jemaat kecil pun dapat melakukan tugas ini. Masjid-mesjid Indah telah dilihat oleh Ahmadi di seluruh dunia melalui MTA. Mereka juga akan tertarik pada beberapa fakta dan pengetahuan tentang hal itu. Masjid ini dinamai Baitul Muqeet Rumah Allah, Yang Maha Menjaga dan lokasinya nyaman, dekat dengan stasiun kereta api dan jalan tol. Area di bawah dua hektar, dibeli pada tahun 1999, dan hall dibangun di sini yang digunakan sebagai pusat shalat. Selama perjalanan beliau pada 2006 Hadhrat Khalifatul Masih menyarankan untuk memperluas bangunan. Pembangunan dimulai pada bulan Juli 2012 dan selesai pada Agustus 2013. Masjid ini terdiri dari dua lantai. Menara 18,5 meter. Majlis Amilah Lokal Dewan Pengurus Jemaat Lokal menganggap masjid memiliki kapasitas 600 meter tetapi menurut saya mungkin dapat menampung 750 jamaah, dan 300 orang dapat mengerjakan shalat di bangunan lama, jadi jumlah total 1000 orang. Sebuah Langgar Khana juga telah dibangun. Seperti kebiasaan dalam Jemaat, kontribusi besar dilakukan untuk pembangunan masjid, perempuan memberikan perhiasan mereka dan anak-anak menyumbangkan uang saku mereka. Dikatakan bahwa pada dua titik selama pembangunan konstruksi tidak ada dana di rekening Jemaat pada akhir bulan, tetapi kontraktor harus dibayar. Majelis Amilah Nasional dan Badan-badan segera mengumpulkan dolar atau lebih untuk melakukan pembayaran. Dengan karunia Allah beberapa anggota membuat pengorbanan lebih dari dolar dan semua orang memberi sesuai dengan kemampuan mereka. Jemaat New Zealand kecil tetapi biaya pembangunan masjid besar sehingga anggota melakukan pengorbanan yang luar biasa. Semoga Tuhan memberikan banyak berkat pada semua orang yang memberikan pengorbanan, mereka yang tidak bisa memberikan finansial memberikan waktu mereka dan melakukan Waqari Amal. Semoga Tuhan meningkatkan ketulusan mereka dan menjaga generasi mereka berikutnya tetap terhubung kepada Jamaat Ahmadiyah dan meningkatkan iman mereka! Semoga mereka memenuhi hak-hak masjid dan juga mengisi rumah mereka dengan mengingat Allah. Semoga mereka dipenuhi dengan semangat memenuhi hak-hak umat manusia dan ditarik untuk menyebarkan pesan Islam sejati. Seperti disebutkan sebelumnya, ini adalah hari-hari Jalsah Selandia Baru, jadi perhatian istimewa harus diberikan kepada shalat selama Jalsah. Perlu berdoa agar Tuhan dapat membawa perubahan murni dalam diri kita semua, dan semoga hati kita memiliki rasa takut lebih besar kepada Allah, dan semoga perubahan murni menjadi bagian dari kehidupan kita, dan semoga semua peserta Jalsah menjadi penerima doa-doa Hadhrat Masih Mauโ€™ud as bagi mereka yang menghadiri Jalsah. [1] Dollar New Zealand. Mata uang Selandia Baru. [2] Islami Ushul ki Filasafi Filsafat Ajaran Islam, Ruhani Khazain, jilid 10, h. 414 ABSTRAK Sesuai dengan pokok masalah yang ada, maka yang menjadi tujuan dalam penulisan karya ilmiah adalah Pertama, untuk mengetahui pengertian yang benar tentang konsep orang percaya adalah bait Allah seperti yang dijelaskan dalam 1 Korintus 316-17. Kedua, untuk memberikan gambaran implikasi makna Bait Allah dalam kehidupan orang percaya masa kini. Kesimpulan karya ilmiah ini adalah Pertama, Bait Allah berarti kumpulan orang percaya. Sebagai kumpulan orang percaya, maka Bait Allah terdiri dari orang-orang yang percaya kepada Kristus. Kedua, Bait Allah adalah tempat kediaman Allah. Dalam surat Korintus ini, kehadiran Allah ditengah-tengah umat-Nya diungkapkan dalam kehadiran Roh-Nya. Ketiga, Bait Allah itu harus dipelihara. Bait Allah sebagai bangunan milik Allah tidak boleh dibinasakan atau dihancurkan dengan cara apapun. Bait Allah harus dijaga kemurniannya dan keberadaannya sebagai tempat yang menyatakan kebenaran Allah. Keempat, Bait Allah itu kudus. Bait Allah sebagai orang percaya dikatakan kudus karena mereka adalah milik Allah dan Allah berdiam di dalam mereka. Implikasi makna Bait Allah tersebut bagi orang percaya masa kini adalah Pertama, Orang percaya masa kini patut hidup dalam kesatuan. Kedua, hidup dalam penyembahan. Ketiga, hidup dalam kekudusan. Sebagai Bait Allah rohani, orang percaya masa kini patut hidup dalam kekudusan yang sejati. Keempat, hidup dalam pelayanan. Pelayanan adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada setiap orang percaya sesuai dengan karunia yang dimilikinya. Minggu Biasa Bulan Pembangunan GKJW Stola Hijau Bacaan 1 Yeremia 23 23 โ€“ 29 Bacaan 2 Ibrani 11 29 โ€“ 12 2 Bacaan 3 Lukas 12 49 โ€“ 56 Tema Liturgis Iman menjadi Dasar Tanggung Jawab Umat dalam Pembangunan Gereja Tema Khotbah Pengharapan adalah Wujud Iman yang Tak Lekang oleh Penderitaan Penjelasan Teks Bacaan Tidak perlu dibaca di mimbar, cukup dibaca saat mempersiapkan khotbah Yeremia 23 23 โ€“ 29 Nabi Yeremia hidup pada masa yang sulit. Di dalam negeri, bangsa Israel sedang dilanda perpecahan yang hebat. Bagian Selatan yang dikuasai keturunan Daud tetap mempertahankan Yerusalem sebagai ibukotanya. Bagian Selatan ini kemudian dikenal sebagai kerajaan Yehuda. Sementara di wilayah Utara para penentang keluarga Daud mulai menjadikan Samaria sebagai ibukota baru bagi golongan mereka. Wilayah Utara ini kemudian dikenal sebagai Kerajaan Israel. Sedangkan di sekitar negeri mereka itu bangsa-bangsa besar saling berebut pengaruh. Sisa-sisa kerajaan Asyur yang sempat menguasai kawasan Israel Raya masih berusaha untuk bertahan di sisi Utara yang berbatasan dengan Asia Kecil, maupun di sisi Barat Daya yang menjorok ke arah Mesir. Sedangkan kerajaan Babel dengan cepat melebarkan sayap kekuasaannya dari sisi Timur Laut wilayah Palestina sampai bagian tengah jasirah Arab. Bahkan pada zaman Yeremia itu kekuatan Babel sudah berhasil menguasai kerajaan Yehuda yang sedang seru-serunya bertengkar dengan saudara sebangsanya itu. Sementara dari wilayah Timur kawasan Mesopotamia juga sedang tumbuh kerajaan baru yang tidak kalah ganasnya dan terus membesar yaitu Persia. Jadi baik di luar maupun dalam negeri situasinya sedang sangat buruk. Siapapun yang memiliki niat jahat dan mempunyai kekuatan, mudah merasa mendapat kesempatan luas untuk mencurangi sesama demi keuntungan diri sendiri. Bahkan nabi-nabi palsu juga bermunculan untuk turut mengail di air keruh. Pada suasana masyarakat yang kacau balau seperti itulah Yeremia berseru-seru mengingatkan dan memberi pengharapan besar kepada penduduk Yehuda supaya mereka tidak jatuh ke dalam keputus-asaan yang mendalam terus-menerus, lalu mencari jalan selamat sendiri-sendiri. Ia mengingatkan bahwa umat Yahudi harus waspada dan peka supaya tidak mudah diperdaya oleh orang yang berpura-pura mau menolong tetapi malah menjerumuskan, terutama oleh nabi-nabi palsu yang sibuk berkeliaran mencari mangsa. Yeremia mengingatkan bahwa penderitaan yang mereka alami itu bukan berarti Tuhan sedang jauh dari mereka. Tak habis-habisnya ia menyadarkan umat Yahudi bahwa Tuhan sebenarnya tidak berjarak dengan mereka, karena kehadiran Tuhan memenuhi setiap ruang dan celah di manapun mereka berada. Umat Yahudi diminta untuk tetap bersandar kepada Tuhan yang akan menjadi Penyelamat Sejati bagi mereka, karena Tuhanlah yang akan menolong menyelesaikan perkara yang sedang menghimpit mereka. Ibrani 11 29 โ€“ 12 2 Meskipun terpaut jarak waktu ratusan tahun dari masa hidup Yeremia, penulisan surat Ibrani rupanya di latar belakangi oleh kekacauan masyarakat yang tak kalah hebatnya. Komunitas-komunitas Kristen yang baru lahir di kawasan Timur Tengah pada waktu itu diburu dan dikejar-kejar untuk dibantai laksana binatang buruan Ibr. 1135-38 sampai mereka harus mengembara untuk bersembunyi di tempat-tempat terpencil. Kekaisaran Romawi yang sedang berkuasa tidak memberikan perlindungan kepada mereka, bahkan pada banyak kasus mereka dimanfaatkan sebagai korban penyiksaan pada arena-arena pertunjukan demi menghibur masyarakat luas. Penguasa jelas melakukan pembiaran atas terjadinya penganiayaan luas terhadap umat Kristiani zaman itu. Tidak bisa dihindari kalau kemudian situasi ini semakin melemahkan iman sebagian besar para pengikut Kristus. Hati mereka menjadi dingin, apatis, dan kehilangan harapan, karena merasa tidak ada lagi yang bisa diharapkan untuk menolong atau sekedar mengurangi kesengsaraan mereka sehari-hari. Nyali mereka semakin merosot sehingga jumlah merekapun semakin berkurang, karena berusaha mencari selamat di tempat lain atau di keyakinan lain. Rasa percaya diri mereka benar-benar habis. Itulah sebabnya penulis Ibrani terus berusaha mengobarkan iman mereka yang mulai padam dengan cara mengingatkan kembali akan iman para nenek moyang dan leluhur mereka di masa lampau yang juga mengalami masa-masa sengsara seperti mereka. Tak henti-hentinya penulis surat Ibrani ini mengingatkan para pengikut Kristus akan riwayat para pendahulu yang tak kalah susahnya, tetapi tidak sampai kehilangan pengharapan akan pertolongan Tuhan. Pengharapan yang tiada habisnya inilah yang kemudian menghidupi iman para leluhur itu, sehingga berani menyongsong kematian dalam keyakinan yang teguh akan datangnya pertolongan Tuhan bagi anak cucu dan keturunan mereka. Iman yang dihidupi oleh para leluhur dari masa lampau itu telah menembus ruang dan waktu. Inilah yang telah membawa mereka ke dalam keselamatan, walaupun mereka belum melihat Sang Penyelamat itu sendiri tiba. Besarnya pengharapan dan iman itu telah mengarahkan mereka untuk melakukan perkara-perkara besar di masa lampau, yaitu berjalan terus menuju keselamatan kekal. Inilah yang seharusnya diwarisi oleh Para Pengikut Kristus sebagai bekal menghadapi penderitaan yang sedang mereka alami di tengah runtuhnya tatanan moral masyarakat zaman Romawi saat itu. Lukas 12 49 โ€“ 56 Injil Lukas ini ditulis sezaman dengan penulisan surat Ibrani, yaitu sekitar generasi kedua masa awal umat Kristen. Artinya situasi konteksnya sama. Hanya saja surat Ibrani ini mencakup sebaran umat Kristen di kawasan yang cukup luas, misalnya dengan menyebut โ€œsaudara-saudara di Italiaโ€ Ibr. 1324, sedangkan Injil Lukas ini secara tegas ditujukan kepada Teofilus Luk. 11-3. Muatan kisah Injil Lukas adalah peristiwa pelayanan Tuhan Yesus yang berjarak beberapa puluh tahun sebelum penulisannya. Kalau menurut tradisi gereja yang didasarkan pada catatan Hippolitus 170-235 Masehi yang berjudul โ€œMengenai Tujuh Puluh Rasul Kristusโ€ On The Seventy Apostles of Christ, maka Lukas si penulis Injil ini adalah salah satu dari antara ketujuh puluh murid Yesus Luk. 101. Hippolitus ini murid Ireneus. Ireneus adalah murid Polikarpus. Polikarpus adalah murid dari Yohanes salah seorang dari kedua-belas murid Tuhan Yesus. Sosok Teofilus yang disebut pada permulaan Injil Lukas itu sendiri juga samar, apakah ia ini adalah seseorang ataukah sebutan samaran untuk kumpulan orang-orang yang mengasihi Allah, sebab arti kata Teofilus itu sendiri adalah mengasihi Allah. Akan tetapi siapapun atau apapun Teofilus itu, ia adalah orang yang mengenal dan mengasihi Allah. Sangat besar kemungkinannya bahwa Teofilus itu adalah seorang pengikut Kristus yang berada di tengah konteks penganiayaan atas umat Kristen pada zaman Kekaisaran Romawi. Bedanya dengan surat Ibrani di atas adalah Lukas menggunakan kisah hidup Tuhan Yesus Kristus untuk menghibur dan menguatkan hati para pengikut Kristus zaman itu, supaya mereka tidak kehilangan harapan di tengah situasi yang sangat tidak nyaman itu. Dalam perikop kita kali ini malah dipertajam bahwa penderitaan yang saat itu dialami merupakan konsekuensi sementara akibat pilihan mereka untuk tetap mengikut Sang Kristus. Itu adalah proses yang harus mereka lewati sebagai pengikut Kristus yang akan menerima baptisan, yaitu pengakuan dari Tuhan Allah sendiri atas keterpilihan mereka sebagai pengikut-pengikut sejati-Nya Luk. 1249. Sebelum โ€œbaptisanโ€ itu mereka terima, mereka juga lebih dulu akan menerima kesusahan, seperti yang telah dialami oleh Kristus sendiri. Oleh karena itu, mereka harus benar-benar waspada sebab yang akan memusuhi mereka justru orang-orang yang dekat dengan mereka, akibat dari pilihan mengikut Kristus tersebut. Mereka diharapkan tidak kendor semangat, melainkan tetap mengusahakan perdamaian dengan siapapun Luk. 1259 agar bisa bertahan dan akhirnya keluar dari segala kesusahan itu. Benang Merah Tiga Bacaan Ketiga perikop bacaan kita diberitakan dalam konteks ketidak-pastian di tengah penderitaan. Situasi ini seringkali menjadi kendala utama umat Tuhan di dalam menerapkan imannya. Bahkan lebih dari itu, yaitu memerosotkan kualitas iman mereka dan tak jarang bermuara pada keputusan untuk meninggalkan iman kepada Tuhan. Umat yang terperangkap dalam situasi zaman yang demikian itu tentu membutuhkan dukungan untuk menguatkan hati dan meneguhkan iman mereka agar tidak turut tenggelam ke dalam jurang penderitaan tersebut. Terlebih dukungan itu merupakan dorongan bantuan untuk menghidupkan kembali harapan yang hampir padam. Harapan dan iman adalah dua hal yang tidak mungkin dipisahkan satu sama lain. Iman tidak mungkin bisa bertahan ketika tidak ada harapan. Harapan sendiri akan menjadi pupus apabila iman akan adanya keselamatan setelah penderitaan itu tidak terpelihara dengan baik. Dan pada akhirnya, harapan dan iman akan menguat apabila dinyatakan dalam perbuatan kasih. Rancangan Khotbah Bahasa Indonesia Ini hanyalah sebuah rancangan khotbah, silahkan dikembangkan sesuai dengan konteks jemaat masing-masing Pendahuluan Jika kita kembali ke zaman nenek moyang GKJW pada saat penjajahan Jepang tahun 1941 โ€“ 1945 bisa dibayangkan bagaimana rasa ketidak-pastian melanda mereka di tengah tekanan kekuatan asing. Rasa was-was, kuatir, dan ketakutan menghantui mereka nyaris setiap hari, terlebih ketika tentara-tentara Jepang menyita Alkitab milik warga jemaat yang dianggap sebagai dokumen peninggalan penjajah Belanda yang sudah diusir oleh Jepang dari bumi pertiwi. Banyak leluhur kita yang terpaksa menyembunyikan Alkitab dengan cara membungkusnya dengan kain, memasukkannya ke dalam kaleng atau peti, lalu menguburnya di kebun-kebun belakang rumah. Hasil pertanian mereka dirampas. Apabila terjadi kelangkaan beras maka penduduk terpaksa makan gaplek, yaitu hasil pengawetan berbahan dasar singkong. Sedangkan harga kain yang mahal memaksa mereka membuat pakaian dari bahan karung goni yang bisa menimbulkan gatal-gatal pada kulit, terlebih yang kulitnya sensitif. Belum lagi timbulnya berbagai penyakit yang disebabkan cara hidup yang tidak sehat, karena kebutuhan sehari-hari serba berharga sangat mahal. Pada zaman seperti itu orang didesak untuk mencari jalan keluar sendiri-sendiri supaya bisa tetap bertahan hidup. Yang kaya enggan berbagi sebab belum tentu penderitaan itu cepat berlalu dan persediaan mereka belum tentu mencukupi untuk sampai kepada zaman yang lebih baik. Yang miskin didera rasa putus asa, karena tak ada lagi yang bisa diharapkan, kalaupun mereka memiliki sawah, ladang atau ternak, hasilnya akan dirampas oleh para penjajah. Belum lagi ketika mereka dijebloskan ke dalam romusha, kerja paksa dengan upah yang teramat sangat kecil. Sehingga demi bertahan hidup mereka dipaksa tega mengkhianati bangsanya, koleganya bahkan keluarganya sendiri. Orang saling mencurangi, main intrik dan menjarah satu sama lain demi sesuap nasi. Tidak ada yang bisa selamat dari penderitaan besar itu. Bahkan GKJW-pun terpaksa terbelah menjadi dua kubu, yaitu Majelis Agung MA yang berkedudukan di Malang versus Raad Pasamuwan Kristen RPK yang berkedudukan di Surabaya. Banyak berjatuhan korban akibat pertikaian itu dan beberapa pendeta GKJW terbunuh di ruang tahanan markas tentara Jepang. Isi Apa yang kita alami pada zaman sekarang ini mungkin tidak seburuk zaman Jepang ketika kebutuhan-kebutuhan pokok sulit didapatkan, ketika ibadah dan membaca Kitab Suci dilarang. Tetapi apakah dengan demikian lalu berarti zaman sekarang baik-baik saja? Tentu tidak semudah itu kita menjawabnya iya atau tidak. Setiap zaman mempunyai kesusahannya sendiri. Kalau pada zaman Jepang dulu kita diperhadapkan pada masalah kelangkaan kebutuhan pokok dan penyakit yang menyertainya adalah beri-beri serta busung lapar, maka zaman sekarang ini kita diperhadapkan pada masalah membludaknya kuliner dan penyakit yang menyertainya adalah diabetes serta kerusakan ginjal. Pada masa sekarang ini orang diperhadapkan pada pilihan menu kuliner yang luar biasa sampai melampaui kemampuan nalar untuk memilih, sehingga banyak orang tergelincir melakukan pemilihan atas dasar keinginannya, bukan atas dasar kebutuhannya. Kalau pada zaman Jepang dulu GKJW sempat terpecah menjadi dua kubu antara MA GKJW dan RPK karena berbeda pandangan dalam cara mempertahankan persekutuan di bawah tekanan berat penjajahan Jepang, maka sekarang ini warga GKJW terpecah ke dalam individu-individu di bawah desakan teknologi smartphone yang membuat masing-masing orang sibuk dengan dirinya sendiri. Kalau waktu itu umat GKJW dilarang beribadah dan membaca Alkitab, maka zaman sekarang umat GKJW mengalami kebingungan yang dalam untuk memilih ibadah online mana yang akan diikuti. Keberlimpahan informasi bukan berarti memudahkan umat beriman, tetapi malah membuat umat beriman tidak tahu lagi jalan mana yang akan ditempuh serta petunjuk rohaniwan mana yang akan diikuti. Kelangkaan maupun keberlimpahan yang berlebihan sama-sama merapuhkan iman umat, bahkan memecah-belah umat percaya menjadi serpihan-serpihan. Tingkat ketidak-pedulian satu terhadap yang lain meningkat tajam. Ini adalah celah peluang yang semakin terbuka dan mudah dimanfaatkan para pelaku kejahatan. Kasus perampokan atau kecelakaan ngeri di suatu tempat menjadi bahan hiburan bagi banyak penikmat Youtube di berbagai tempat. Keinginan menjadi kaya secara cepat dan mudah merasuki banyak kalangan, karena godaan iklan maupun propaganda kacangan telah membuai orang per orang. Kepalsuan merajalela untuk menyamarkan kekurangan. Nyaris semua orang ingin selalu tampak sempurna, maka kesibukannya bergeser menjadi tukang poles penampilan, menggelorakan pencitraan diri, tapi sambil menyembunyikan keminderan, menyembunyikan hutang yang bertumpuk, menyembunyikan kegagalan dan segala yang buruk. Orang mengidamkan jabatan tinggi walaupun kemampuan rendah. Transaksi jabatan, transaksi ijazah, transaksi surat-surat lisensi, marak terjadi di depo-depo yang seharusnya menjunjung tinggi martabat kemanusiaan ciptaan Tuhan. Sementara di radius wilayah yang masih berdekatan, banyak orang tersiksa tanpa kepedulian dari siapapun. Orang-orang kere mempertaruhkan hidupnya mengais-ngais rejeki di antara sampah yang terus menggunung. Gadis-gadis dan perempuan-perempuan muda diperjual-belikan layaknya binatang yang ngilu dibawa ke rumah penjagalan dengan tanpa harapan. Banyak anak yang kehilangan masa kanak-kanaknya karena diteror rasa ketakutan akibat dari tindak kekerasan dalam rumah tangga KDRT yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri ataupun oleh pembantu rumah tangga yang stress akibat tekanan pekerjaan dan tuntutan keinginan yang berlebihan. Siapa yang mempedulikan mereka? Siapa yang mau membantu membangun asa di dalam hati mereka? Apakah yang sudah gereja lakukan untuk melegakan dan membebaskan mereka? Inilah saatnya Yeremia-yeremia modern dan Lukas-lukas milenial mewartakan pengharapan nyata kepada mereka. Bukan hanya melalui khotbah di mimbar-mimbar, tetapi juga melalui tindakan-tindakan nyata di latar-latar gereja yang dibuka lebar bagi kehadiran mereka yang lapar, bagi mereka para sundal yang rindu menjadi halal, bagi mereka kaum lemah yang berharap menjadi kuat. Sekaranglah saatnya GKJW berkiprah membenahi motivasi-motivasi kehidupan yang hilang orientasi. GKJW berkolaborasi dengan berbagai instansi untuk menepis berbagai tragedi negeri. Harapan dan iman itu membutuhkan realisasi, bukan sekedar menjadi materi khotbah yang hanya bagian dari pertunjukan liturgi. Kita tidak sedang pamer pertunjukan penuh atraksi, melainkan aksi-aksi suci yang bernas dan berisi dimana kita menjumpakan warga jemaat dan masyarakat dengan Sang Kristus sendiri di dalam keterlibatannya yang penuh misteri. Disinilah harapan dan iman itu berkelindan memperbarui motivasi, memberikan inspirasi, dan mendorong aksi suci. Penutup GKJW tidak perlu lagi berhadapan dengan penjajah dari seberang negeri, namun kini GKJW berhadapan dengan cermin yang menampilkan tampang kita sendiri. Mari kita menimbang-nimbang lagi sejauh mana perjalanan hidup ini telah kita tanggung-jawabi? Jangan-jangan selama ini kita telah dilenakan oleh kenyamanan diri dan sibuk mengupayakan keamanan diri, sehingga melupakan kenyataan sekitar yang tengah terjadi. Cukup ini sajakah pengharapan dan iman yang sudah kita hidupi? Atau masih banyak tanggung-jawab yang sedang kita hindari dengan cara merawat berbagai mimpi yang tiada pernah akan terjadi? Mari iman dan pengharapan itu terus kita bagi supaya menjadi realisasi karena di sana itulah Sang Kristus sedang menanti. Tak perlu ragu-ragu lagi, karena kita pasti bisa menangani oleh tuntunan Kristus sendiri, entah lewat UMKM Usaha Mikro Kecil Menengah, lewat kelompok Nelayan, lewat kelompok Tani, lewat perkebunan kopi, lewat tanggul bencana yang kita tekuni, lewat kelompok PAUD Pendidikan Anak Usia Dini, lewat pembentukan dan operasional lembaga anti pemaksaan kerja anak usia dini, lewat semua celah yang bisa kita garap dengan penuh bakti untuk membangkitkan harapan dan mengokohkan iman umat milik Yang Mahatinggi. Amin. [CBPA]. Pujian KJ. 445 1 โ€“ 3 Harap Akan Tuhan โ€” Rancangan Khotbah Basa Jawi Punika namung rancangan khotbah, saged dipun kembangaken miturut konteks pasamuwan piyambak Pambuka Menawi kita wangsul malih dhateng jaman leluhuripun GKJW nalika katindhes bangsa Jepang ing taun 1941 โ€“ 1945, saged dipun bayangaken kados pundi pangraos ingkang boten pasti njalari para sesepuh kalawau ing satengahing panidhesing panguwaos manca. Raos mamang, kuwatos, lan ajrih meh saben dinten dipun alami, punapa malih nalika tentara Jepang ngrampas Kitab Suci kagungane warganing pasamuwan. Ing pundi Kitab Suci punika dipun anggep dokumen tilaranipun penjajah Walanda ingkang sampun katundhung dening Jepang saking tanah air ngriki. Kathah leluhur kita ingkang kepeksa ndhelikaken Kitab Suci kanthi dibungkus kain, dilebetaken ing kaleng utawi pethi alit, lajeng dipendhem ing kebon wingking griya. Hasil tetanen sami karampas. Nalika paceklik wos, para sepuh kepeksa dhahar gaplek, ingkang dipun damel saking kaspe aking. Sawetawis punika, reginipun kain kang awis meksa para swargi sami ngagem sandhangan kang kadamel saking karung goni, tamtu kemawon punika ndumugekaken raos gatel kados bidhuren ngaten, punapa malih menawi kulitipun sensitif. Dereng malih wontenipun pageblug ingkang dipun jalari dening tata gesang ingkang boten sehat, amargi kabetahan padintenan boten saged katumbas awit saking awisipun regi. Ing wekdal punika, kathah tiyang ingkang kepeksa pados gesang lan kawilujengan piyambak-piyambak. Tiyang sugih sansaya medhit awit boten saged nyumerepi kasangsaran punika taksih badhe kalampahan ngantos kapan. Tiyang mlarat mpun kadhung kebacut ngalup manahipun, amargi sampun boten wonten malih ingkang dipun ajeng-ajeng, amargi sok sintena kemawon sanajan gadhah sabin, pekawisan utawi raja kaya, asile mesthi karebut dening penjajah. Dereng malih menawi kakintun dhateng romusha, pengruda peksa mawi upah ingkang sekedhik sanget. Amrih slametโ€™e mila lajeng kepeksa sawetawis tiyang laku khianat tumrap bangsanipun piyambak, mitranipun lan malah brayatipun piyambak. Sansaya kathah ugi ingkang sami jahat dalah rerayahan tumrap sesaminipun namung supados saged nedha. Boten wonten penduduk ingkang saged endha saking kasangsaran ageng punika. Malah GKJW piyambak ngantos crah dados kalih perangan, inggih punika Majelis Agung MA ingkang mapanipun wonten Malang lawan Raad Pasamuwan Kristen RPK ingkang wonten ing Surabaya. Kathah tiyang ingkang kepeksa pejah dados tumbaling konflik punika lan malah sawetawis pandhita GKJW kepeksa ngalami seda ing ruang tahanan markas-markas tentara Jepang. Isi Punapa ingkang sami kita alami samangke saged ugi boten ngantos nemahi pakewet kados rikala jaman Jepang rumiyin, ing pundi kabetahan padintenan pancen ewet dipun angsalaken. Boten ngantos nyusahaken kados nalika dipun penging ngabekti lan anggegilut Kitab Suci. Nanging punapa punika ateges jaman samangke linangkung sae? Mesthi kemawon boten gampil mangsuli pitakenan punika mawi wangsulan inggih utawi mboten. Saben jaman anggadhahi masalahipun piyambak. Menawi ing jaman Jepang kita ngadhepi masalah kekirangan bab kebutuhan padintenan lan penyakit ingkang ngiringi inggih punika kados ta beri-beri lan busung lapar, samangke kita ngadhepi masalah lumebering kuliner lan penyakit ingkang ngiringi punika diabetes dalah karusakan ing ginjel. Ing mangsa samangke kita sami ngadhepi pilihan menu kuliner ingkang kalangkung-langkung cacahipun ngantos anglangkungi kasagedan kita anggenipun badhe milih, mila kathah tiyang ingkang miji adhedhasar kepingian sanes adhedhasar kabetahan. Punika tembe prekawis kuliner dereng kepetang bab sandangan lan sanes-sanesipun. Ing jaman kepengker, GKJW pecah dados kalih antawisipun MA GKJW lan RPK amargi benten pemanggih bab tata ngrimat patunggilan ing satengahing penjajahan Jepang, samangke warga GKJW malah kapilah dados individu-individu amargi karuda-peksa dening kemajenganipun teknologi smartphone, ingkang ndadosaken saben tiyang rumaos repot kaliyan dirinipun piyambak. Menawi rumiyin tiyang GKJW dipun penging ngabekti lan maos Kitab Suci, samangke warga GKJW linangkung bingung nalika badhe miji ngabekti online ingkang badhe dipun dherekโ€™i. Linubering informasi boten ateges nggampilaken para pitados, ananging malah ndadosaken para pitados punika kecalan cecepengan ngantos boten nyumerepi malih punapa ingkang kedah katindakaken lan pitutur pundi ingkang kedah dipun ugemi. Kakirangan lan kaluberan ingkang kalangkung-langkung sami-sami ngrisak iman kapitadosanipun sok sintena kemawon, malah ndadosaken crah lan bubrahing patunggilanipun para pitados. Tiyang setunggal lan satunggalipun sansaya boten peduli. Prekawis punika ndadosaken kesempatan tumraping para panindak culika. Kedadosan rampog utawi tabrakan ingkang nggegirisi tumrap ing satunggaling papan, malah dados hiburan tumraping para penonton Youtube ing pundi-pundia panggenan. Bab kepinginan sugih mawi cara ingkang gampil, sansaya nyebar dhateng sedaya tiyang, amargi panggudhaning pariwara sampun ngiming-iming saben tiyang. Kepalsuan sumebar kangge nutup-nutupi kakirangan. Meh sedaya tiyang kepengin tansah ketawis sampurna, mila lajeng sami repot dados tukang nutup-nutupi kacacatan supados citra diri tansah ketawis elok, ananging sejatosipun ndhelikaken pangraos minder, ndhelikaken utang ingkang ngantos matumpuk-tumpuk, ndhelikaken sedaya kegagalan dalah sedaya kaโ€™alan ingkang dipun gadhahi. Kathah tiyang ingkang sami minginaken jabatan ingkang inggil, senajan ta kasagedanipun sarwa winates. Transaksi jabatan, transaksi ijasah, transaksi surat-surat ijin marak ing pundi-pundia papan, ingkang kedahipun nginggilaken martabat kamanungsan titahipun Gusti. Wondene ing tlatah ingkang taksih celak-celak ngriku mawon taksih kathah tiyang ingkang ngalami panyiksan tanpa angsal kawigatosan saking sok sintena kere kepeksa pados rejeki ing antawisipun wuwuh lan larahan ingkang sansaya numpuk. Bocah-bocah wadon lan nem-neman putri sami kaโ€™adol kados dene sato kewan ingkang kabekta dhateng pajagalan, kanthi kecalan pangajeng-ajeng. Kathah lare ingkang kecalan kabingahan awit kaliputan pangraos ajrih awit saking tumindak KDRT dening tiyang sepuhipun piyambak utawi pembantu rumah tangga ingkang saweg stres amargi kinging tekanan batin lan pepinginan ingkang linangkung ageng. Sinten ingkang badhe peduli dhumateng para korban kalawau? Sinten ingkang ikhlas paring pambiyantu mangun pangajeng-ajeng ing salebeting manahipun? Punapa ingkang sampun katindakaken dening greja kangge nglipur lan nguwalaken tiyang-tiyang ingkang sedih kados mekaten? Inggih samangke punika wancinipun Yeremia-Yeremia modern lan Lukas-Lukas milenial martosaken pangajeng-ajeng nyata tumraping para kinasihipun Gusti punika. Mboten namung lumantar piwucal saking nginggiling mimbar, ananging ugi lumantar tumindak konkrit ingkang dipun lampahi pasamuwan ingkang sampun purun mujudaken karsanipun Gusti, tumrap tetiyang ingkang saweg keluwen, tumrap para tuna susila ingkang minginaken pamratobat, tumrap tetiyang ingkang ringkih lan mbetahaken kakiyatan. Samangke wancinipun GKJW ndherek ndandosi motivasi gesang ingkang sami kesasar. Samangke wancinipun GKJW gotong-royong kaliyan mawarni-warni lembaga, supados saged nyegah prekawis-prekawis ingkang saged tuwuh dados tragedi nasional. Pangajeng-ajeng lan iman kapitadosan perlu dipun wujudaken kanthi saestu, mboten namung dados bahan khotbah minangka perangan saking pagelaran liturgi kemawon. Kita mboten pareng malih ming ndamel pertunjukan ingkang namung kebak atraksi, ananging langkung kathah nindakaken tumindak luhur ingkang saestu migunani lan saged manggihaken warganing pasamuwan saha masyarakat kaliyan Sang Kristus piyambak. Inggih punika pangajeng-ajeng lan iman kapitadosan ingkang saestu saged nganyaraken motivasi, ndumugekaken inspirasi lan nuwuhaken tumindak luhur tumraping sesami. Panutup Samangke sampun boten prelu malih GKJW ngadhepi penjajah kados dene rumiyin, ananging samangke GKJW saweg ngadhepi kaca pangilon ingkang ndunungaken pasuryanipun piyambak. Sumangga sami dipun galih malih sapinten tanggel jawab kita tumrap ing gesang sesarengan kaliyan para ngasanes punika? Saged ugi salaminipun punika kita sampun rumaos sekeca lan repot anggenipun nggayuh tentrem kita piyambak-piyambak, matemah kesupen dhumateng kawontenan nyata ing sakiwa tengen kita. Punapa leres tumraping manah kita, bilih punika saestu wujuding pangajeng-pangajeng lan iman kapitadosan ingkang sejati? Aja-aja taksih kathah lan rumentep jejibahan ingkang kita selaki, mawi cara ngrimat pangimpen kothong ingkang saestunipun boten nate kita lampahi? Sumangga kita sami nglajengaken kapitadosan saha pangajeng-ajeng punika supados dados pawujudan nyata, awit ing ngriku anggenipun Sang Kristus sampun angantos-antos kula lan Panjenengan sedaya. Selajengipun kita mboten perlu mamang malih, amargi kita mesthi saged mrantasi sedaya prekawis punika kanthi tuntunan Sang Kristus piyambak, punapa punika badhe lumantar UMKM Usaha Mikro Kecil Menengah, lumantar kelompok Nelayan, lumantar kelompok Tani, lumantar perkebunan kopi, lumantar kelompok kerja tanggul bencana ingkang saestu kita rimati, ugi saged lumantar kelompok PAUD Pendidikan Anak Usia Dini, lumantar pamiadegipun lembaga anti-parudapeksa tumraping para lare, lumantar samudayaning kesempatan ingkang saged kita ginaaken kanthi kebak ing kaikhlasan saperlu kangge ngagengaken pangajeng-ajeng lan ngiyataken iman kapitadosanipun para titah kagunganipun Kang Mahaluhur. Amin. [CBPA]. Pamuji KPJ. 86 1 โ€“ 5 Mugi Sampun Anglangkungi BEKASI, - Penjabat Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan mendapat instruksi dari Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk memperhatikan hak-hak kaum minoritas, termasuk soal rumah ibadah. Karena itu, Dani tidak terlalu menghiraukan respons negatif dari masyarakat setelah dia memberikan izin pembangunan Gereja Ibu Teresa di Cikarang, Kabupaten Bekasi. "Diinstruksikan untuk memperhatikan hak-hak minoritas, kaum atau kelompok-kelompok rentan itu harus menjadi atensi pemerintah daerah," kata Dani Ramdan dalam wawancara khusus dengan beberapa waktu lalu. Baca juga Penyebab Izin Pembangunan Gereja Ibu Teresa Cikarang Digantung Selama 18 Tahun Wawancara khusus dengan Kang Dani Ramdan selengkapnya dapat disimak dalam video berikut ini Pj Bupati Bekasi yang akrab dipanggil Kang Dani itu sudah memberikan pengertian kepada masyarakat bahwa pemberian izin pembangunan bukan berkaitan dengan pilkada. Ia menekankan, apa yang dikerjakan merupakan bagian dari memberi hak yang sama kepada kaum minoritas sebagaimana kaum mayoritas dalam hal beribadah. "Ini hak konstitusi, apalagi syarat-syarat sudah terpenuhi, bagi saya tidak punya alasan untuk menolak atau pun menahan memberikan izin ini," tutur Kang Dani. Baca juga Cara Pj Bupati Bekasi Redam Hoaks di Warga Sekitar soal Pembangunan Gereja Ibu Teresa Cikarang Dengan persyaratan yang sudah lengkap, Kang Dani tak pikir panjang untuk menandatangani perizinan pembangunan Gereja Ibu Teresa. "Bagi saya tidak punya alasan untuk menolak atau pun menahan memberikan izin ini," ucap dia. Pada akhirnya, Pemkab Bekasi menerbitkan surat Persetujuan Bangunan Gedung PBG untuk mendirikan bangunan tempat ibadah bagi Gereja Ibu Teresa pada April 2023.

khotbah pembangunan gedung gereja